Jumat, 16 November 2012

Tes Gula Darah Sendiri Tak Efektif untuk Semua Pasien Diabetes





Pasien diabetes bisa memeriksa kadar gula darahnya sendiri dengan menggunakan alat monitor gula darah bernama Self Monitoring of Blood Glucose (SMBG). Tapi SMBG ternyata tidak efektif digunakan untuk semua pasien diabetes, alat ini hanya cocok untuk pasien diabetes tipe 1 tapi tidak efektif untuk pasien diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 — dulu disebut insulin-dependent diabetes (IDDM, “diabetes yang bergantung pada insulin”), atau diabetes anak-anak, dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa
Diabetes mellitus tipe 2 — dulu disebut non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM, “diabetes yang tidak bergantung pada insulin”) — terjadi karena kombinasi dari “kecacatan dalam produksi insulin” dan “resistensi terhadap insulin” atau “berkurangnya sensitifitas terhadap insulin”(adanya defek respon jaringan terhadap insulin)yang melibatkan reseptor insulin di membran sel akibat perubahan gaya hidup.
Alat SMBG gagal efektif pada penderita diabetes tipe 2 karena kemampuan mengontrol gula tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kajian sistemik menunjukkan bahwa pasien dengan diabetes tipe 2 yang tidak tergantung insulin tidak menggunakan SMBG untuk mengatur pola makan dan gaya hidup. Sehingga SMBG tidak efektif untuk semua pasien diabetes. Tapi pada pasien diabetes tipe I yang menggunakan terapi insulin alat ini justru sangat membantu. Karena pasien bisa menggunakan kadar glukosa untuk menyesuaikan dosis insulin
Perangkat yang digunakan untuk memeriksa kadar gula darah adalah alat untuk menguji konsentrasi glukosa dalam darah (glikemia). Tes glukosa darah dilakukan dengan cara menusuk kulit, biasanya di jari untuk mengambil darah. Kemudian mengusapkan darah ke tes strip. Enam bulan pertama SMBG adalah saat waktu tingkat HbA1c menurun sebesar 0,26 persen. Tapi data dari 2 percobaan yang melibatkan 493 peserta menunjukkan bahwa, pengaruh SMBG tidak lagi signifikan pada 12 bulan selanjutnya, dengan penurunan kadar HbA1c sebesar 0,1 persen terutama pada pasien diabetes tipe 2.
Uriell L. Malanda, MD, dan rekan dari VU University Medical Center di Amsterdam juga telah mengulas 12 penelitian yang melibatkan 3259 pasien dengan diabetes yang tidak tergantung insulin. Hasilnya diterbitkan dalam edisi terbaru dari Cochrane Library.
"Pemantauan diri glukosa darah pada pasien yang tidak tergantung insulin memiliki dampak minimal pada kontrol glikemik, tidak berdampak pada kesejahteraan umum atau kualitas hidup, dan agak mahal. Akibatnya, tidak menambah manfaat jangka panjang yang relevan secara klinis," kata Dr Malanda seperti dilansir dariMedscapeNewsToday, Senin (20/2/2012).
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pengaruh SMBG pada hipoglikemia dan komplikasi dari diabetes tipe 2. (Dikutip dari berbagai sumber)

TIPS MENCEGAH DIABETES

Menurut Internasional Diabetes Federation, dalam 20 terakhir ini, jumlah orang dengan diabetes di seluruh dunia meningkat dari 30 juta menjadi 230 juta. Diabetes kini menjadi penyebab kematian terbesar ke-4 di dunia. Menyebabkan 3 juta kematian di seluruh dunia. Dr. Richard Kahn dari American Diabetes Association, Alexandria, Virginia, menyatakan bahwa screening diabetes yang dilakukan sedini mungkin akan bermanfaat mengurangi biaya sekaligus risiko kmplikasi penyekit yang lebih serius seperti Jantung Koroner dan stroke. Bukan hanyascreening, tindakan pencegahan berupa perbaikan gaya hidup pun amat penting dilakukan. Menurut WHO, penderita diabetes di Indonesia dan Negara berkembang lainnya meningkat drastis akibat pergeseran pola hidup, terutama peningkatan konsumsi fast food dan gaya hidup tidak aktif. Pasalnya, konsumsi makanan tinggi lemak ditambah kurang bergerak akan berakibat tubuh kita tidak rajin memanfaatkan simpanan gula di dalam darah sebagai energi untuk beraktivitas. Sebelum terlambat, lakukan langkah pencegahan berikut: Lakukan lebih banyak aktivitas fisik Ada banyak manfaat berolahraga secara teratur. Latihan olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, yang membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada pria yang diikuti selama 10 tahun, untuk setiap 500 kkal yang dibakar per minggu melalui latihan, ada penurunan 6% risiko relatif untuk pengembangan diabetes. Penelitian itu juga mencatat manfaat yang lebih besar pada pria yang lebih gemuk. Dengan meningkatkan olahraga, tubuh menggunakan insulin lebih efisien sampai 70 jam setelah latihan. Jadi, berolahraga 3-4 kali seminggu akan bermanfaat pada kebanyakan orang. Penelitian menunjukkan bahwa baik latihan aerobik dan latihan ketahanan dapat membantu mengendalikan diabetes, tapi manfaat terbesar berasal dari program fitness yang meliputi keduanya. Perlu dicatat bahwa banyak manfaat olahraga independen terhadap penurunan berat badan. Namun, bila dikombinasikan dengan penurunan berat badan, keuntungannya meningkat secara substansial. Jika tidak suka dengan fitness, maka Anda baiknya mengembangkan otot-otot kuat dan aktif dan anda mengabsorbsi dan membakar kelebihan gula darah, menurunkan resiko diabetes sampai 58% yang mengagetkan, anda tidak perlu lari bermil-mil atau berkeringat di Gym untuk mendapatkan khasiat ini. Menurut sebuah studi baru, perempuan yan paling fit bukan yang paling banyak olahraga, tapi perempuan yang rumahnya paling bersih. Para ahli di Indiana University menemukan, subyek yang menjaga rumah mereka rapid dan bersih, kebut debu, memvacum dan menyikat lantai, aktif secara alamiah, lebih bugar disbanding orang-orang yang olahraga jalan kaki setiap hari. Perhatikan pola makan Buah dan sayur kaya akan fitokimia dan antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari zat-zat berbahaya. Buah dan sayur juga banyak mengandung serat yang berguna meperlambat waktu pencernaan makanan. Dengan begitu, Anda akan merasa kenyang lebih lama dan tidak tergoda untuk ngemil makanan yang manis-manis,sehingga dapat mengurangi risiko diabetes dengan meningkatkan kontrol gula darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioflavonoid, zat warna dalam buah-buahan dan tanaman akan menrangsang produksi insulin dan menghambat glikasi atau proses pemecahan ikatan mmolekul glukosa dengan protein sehingamerangsang pembentukan advanced glycation end product (AGE). Sedangkan kebanyakan AGE tidak berbahaya, sebagian yang lain dapat mengganggu fungsi molekuler dan memberikan kontribusi terhadap kerusakan organ dan syaraf. Meskipun tidak jelas mengapa, biji-bijian dapat mengurangi risiko diabetes dan membantu menjaga kadar gula darah. Dalam sebuah studi pada lebih dari 83.000 perempuan, konsumsi kacang-kacangan (dan selai kacang) tampaknya menunjukkan beberapa efek perlindungan terhadap pengembangan diabetes. Wanita yang mengkonsumsi lebih dari lima porsi satu-ons kacang per minggu menurunkan resiko terkena diabetes dibandingkan wanita yang tidak mengkonsumsi kacang sama sekali. Kurangi konsumsi bahan makanan olahan dan pilihlah produk pangan alami. Proses pengolahan makanan di pabrik seringkali menghilangkan zat gizi yang penting bagi tubuh. Bahan pangan olahan juga banyak yang mengandung gula dan garam berlebih serta zat pengawet yang tidak menguntungkan bagi kesehatan. Turunkan berat badan Sekitar 80% penderita diabetes kegemukan dan kelebihan berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan, pencegahan diabetes (biasanya tipe 2) dapat bergantung pada penurunan berat badan. Setiap kg Anda kehilangan berat badan dapat meningkatkan kesehatan Anda. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang kegemukan mengurangi risiko diabetes mereka sebesar 16 persen untuk setiap kilogram berat badan yang hilang. Juga, mereka yang kehilangan sejumlah berat setidaknya 5 sampai 10 persen berat badan awal dan berolahraga secara teratur mengurangi risiko diabetes hampir 60 persen dalam tiga tahun. Perbanyak minum produk susu rendah lemak Data mengenai produk susu rendah lemak tampaknya berbeda-beda, tergantung apakah Anda gemuk atau tidak. Pada penderita obesitas, semakin banyak susu rendah lemak yang dikonsumsi, semakin rendah risiko sindrom metabolik. Secara khusus, mereka yang mengkonsumsi lebih dari 35 porsi produk susu tersebut seminggu memiliki risiko jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang mengkonsumsi kurang dari 10 porsi seminggu. Menariknya, hubungan ini tidak begitu kuat pada orang yang ramping. Kurangi lemak hewani Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 42.000 orang, diet tinggi daging merah, daging olahan, produk susu tinggi lemak, dan permen, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes hampir dua kali dari mereka yang makan diet sehat. Hal ini independen terhadap berat badan dan faktor-faktor lain. Kurangi konsumsi gula Konsumsi gula saja tidak terkait dengan pengembangan diabetes tipe 2. Namun, setelah disesuaikan dengan berat badan dan variabel lainnya, tampaknya ada hubungan antara minum minuman sarat gula dan pengembangan diabetes tipe 2. Wanita yang minum satu atau lebih minuman bergula sehari memiliki hampir dua kali lipat risiko terkena diabetes daripada wanita yang minum satu per bulan atau kurang. Berhenti merokok Merokok tidak hanya berkontribusi pada penyakit jantung dan menyebabkan kanker paru-paru tetapi juga terkait dengan perkembangan diabetes. Merokok lebih dari 20 batang sehari dapat meningkatkan risiko diabetes lebih dari tiga kali lipat dari orang yang tidak merokok. Alasan tepatnya untuk hal ini belum diketahui dengan baik. Kemungkinan merokok secara langsung menurunkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin. Selain itu, ada juga hubungan antara merokok dan distribusi lemak tubuh. Merokok cenderung mendorong bentuk tubuh “apel” yang merupakan faktor risiko untuk diabetes. Hindari lemak trans Hindari mengkonsumsi lemak trans (minyak sayur terhidrogenasi) yang banyak digunakan pada produk olahan dan makanan cepat saji. Mereka telah menunjukkan berkontribusi pada penyakit jantung dan juga dapat menyebabkan diabetes tipe- 2. Dapatkan dukungan Dapatkan teman, keluarga atau sekelompok orang untuk membantu Anda dalam mencegah diabetes. Mereka dapat mendukung Anda dalam memempertahankan gaya hidup sehat baru Anda. Ketahui riwayat kesehatan keluarga. Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes. Lakukan pemeriksaan kesehatan Setiap orang yang berusia di atas 45 tahun harus emmiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 taun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan factor resiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini. Monitor tekanan darah secara teratur Sekitar 73 persen orang dewasa dengan diabetes ternyata juga menderita tekanan darah tinggi. Bergabung dengan grup Menurunkan kelebihan berat badan dapat membantu mencegah diabetes. Kini sebuah studi baru menunjukkan, jauh lebih mudah menurunkan berat badan jika bergabung dengan grup. Misalnya, teman-teman yang pemikirannya sama. Mendapat dukungan mingguan membantu orang-orang menurunkan berat badan dua kali lebih cepat dan dikaitkan dengan menurunkan risiko diabetes sampai 50%. Kunci sukses adalah bersedia berbagai tujuan-tujuan, cerita-cerita dan resep paling lezat yang bersahabat dengan pinggang. Gosok gigi dengan sikat gigi kering Gosok gigi dengan sikat gigi kering, tanpa menambahkan pasta gigi atau bahkan setetes air, secara lebih efektif membantu membersihkan bakteri plak. Menurut para ahli di University of Chicago, hal ini membantu mencegah penyakit gusi dan diabetes. Bakteri penyebab penyakit gusi juga memmicu pembentukan cytokine,protein inflammatory yang mebuat tubuh resisten insulin, kata ahli di John Hopkin’s University. Suplemen yang bisa membantu Beberapa nutrient penting dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan meurunkan gula darah, mengurangi resiko diabetes sampai separuhnya. Jika dokter anda mengizinnkan, minum dosis yang terbukti dalam studi atau hanya minum multivitamin setiap hari: 400 IU Vitamin D, 1.200 mg kalsium, 400 mg magnesium. Selain itu bias juga mencoba obat alami diabetes sebagai alternative pengobatan alami penyakit diabetes. Sta (Dikutip dari berbagai sumber)

Jumat, 18 Mei 2012

DIALOG BERSAMA DINAS KESEHATAN PROPINSI DIY



Woke teman-teman ku, untuk kesekian kalinya salam sehat! masih semangat pastinya? yah walaupun nggak semangat kita semangatin aja ya untuk cerita yang satu ini. demi menghormati kita lah ya. cerita yang satu ini datang dari dunia persilatan JMKI Wilayah yogyakarta #apa to? GJ.

"Dialog Terbuka bersama Dinas Kesahatan" kegiatan yang diusung oleh departemen Informasi Komunikasi dan Kajian strategi bertemakan "Membangun Indonesia Sehat yang Holistik ". dihadiri oleh beberapa pengurus harian wilayah atau yang biasa dipanggil PHW dan peserta LK 1 II. 

Agenda pertama adalah pemaparan tentang program kerja Dinkes sendiri oleh bapak Drs. Elfy Effendi M.Si Apt. selaku perwakilan dari Dinkes untuk acara tersebut beliau adalah Ka. Bidang Sumber Daya Kesehatan Prop. DIY beliau memaparkan struktur organisasi dari Dinkes, MDGs yang telah dicapai, Gambaran Demografi Kesehatan Masyarakat Indonesia, dan Insidensi penyakit , tingkat Morbiditas dan penyakit yang menjadi perhatian khusus bagi Dinkes Prop. DIY. 


Selanjutnya giliran Bu Koorwil kita yang memaparkan Program Kerja JMKI berikut dengan Keorganisasian JMKI wilayah Yogyakarta. dan tau gak teman-teman sehat bu koorwil kita ini datang setelah pembekalan KKN di fakultasnya gak kebayangin waktu jadi bu koorwil yang rela datang untuk memaparkan program kerja JMKI wil Jogja. dan usut demi usut ternyata pak Elfy sendiri adalah dosen Per UU bu koorwil kita lho gak kebayang perasaan ibu koorwil kita.

Tibalah saat-saat untuk berdialog bersama pak Elfy dan Bu Koorwil (Afril ) yang di moderatori oleh Zaim (FKG UGM) dialog berlangsung rapi dan banyak mendapat partisipasi dari peserta LK I II dan PHW tidak lain untuk memajukan JMKI dan Kerja Sama antara JMKI dan Dinkes yang menurut Departemen Infokom dan Kastrat hal ini perlu ditingkatkan apalagi Dinkes sebagai sebuah institusi kesehatan dan JMKI sebagai organisasi kesehatan yang sama-sama bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Indahnya kalau JMKI dan Dinkes bisa bergandeng tangan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. #dream
Diskusi Bersama
??
????

Setelah 2 jam kita berdiskusi akhirnya pak Elfy Effendi berpulang #wus , maksudnya Pulang ke Rumah nya.. dan acara ditutup dengan makan2 #asyik meskipun apa adanya, utang sana sini hidangan yang di hidangkan dilahap habis oleh teman-teman sungguh kebahagiaan yang tidak terukur melihatnya, dan sungguh kesedihan yang mendalam pada saat membayar makanan tersebut hahahahahah Berle. Basicly its Fun...Cemungudh kakak. Dny


JMKI in a relationship with DINKES




LKMM I & II Siip (^^)d

Yoo teman teman JMKI, Salam Sehat! apa kabar ni teman-teman? pasti sehat wal afiat sentosa sejahtera dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, iya kan? adalah suatu kenyataan kehidupan yang pahit apabila mahasiswa kesehatan tidak sehat, betul tidak? maka dari itu seyogyanyalah kita para mahasiswa kesehatan untuk selalu sehat dan ceria demi mewujudkan Indonesia yang sehat dan bersemangat.


Sebagai mahasiswa kesehatan penggerak bangsa dan sebagai generasi yang dapat diandalkan dalam membangun sendi-sendi kesehatan serta urat kemakmuran, seorang mahasiswa dituntut untuk bisa mengembangkan diri berlandaskan sikap kepemimpinan serta managerial yang baik. JMKI sebagai wadah mahasiswa kesehatan kreatif serta bersemangat dalam mengembangkan Indonesia mempunyai sebuah program untuk membina anggotanya untuk menghadapi masa depan yang dinamis serta cemerlang yaitu LKMM I dan II alias Latihan Keterampilan dan Manajemen mahasiswa I dan II.





LKMM I dan II -yang mungkin telah ditunggu-tunggu oleh sebagian mahasiswa kesehatan- telah dilaksanakan pada tanggal 27-29 April dan diikuti oleh sejumlah kader-kader muda bertalenta yang kreatif, kritis dan berwawasan kesehatan Indonesia. Acara LKMM I dan II ini dilaksanakan di Youth Center, yogyakarta. Acara yang diketuai dara muda asal FKG UGM bernama 'Kaka' ini tampak diikuti antusias oleh seluruh mahasiswa dari kelima prodi dari berbagai universitas di Yogyakarta.
Acara cukup bervariasi dengan sejumlah materi berbobot yang dibawakan oleh pemateri-pemateri berkualifikasi yang telah melewati proses penyeleksian ketat. berbagai materi disuguhkan pada acara ini, meskipun agak sedikit 'membosankan' dan 'kurang berwarna' (aduh takut nih dimarahin) namun mahasiswa tak henti-hentinya memberikan berbagai tanggapan antusias mengenai materi yang disampaikan.

Sejumlah games juga terlihat mewarnai acara ini sehingga selain menjadi wadah refreshing juga menjadi arena mendekatkan diri berbagai mahasiswa yang sebelumnya malu-malu untuk berkenalan.
Acara yang dimeriahkan oleh penampilan duet dengan suara 'pas-pasan' ini mendatangkan tamu asal UNAIR Surabaya, Ajeng Yukafiantie serta ditutup dengan latihan tanggap bencana dan pengumuman peserta terbaik (tergila mungkin lebih tepatnya hihihi :p) .le


Latihan Tanggap Bencana dari PMI






Pasangan (bc: Peserta) terbaik LKMM I&II

:) Kebersamaan Keluarga JMKI YOGYAKARTA (:

Minggu, 12 Februari 2012

Sehat dan Bugar Itu Ternyata Gampang Tak Perlu Diet Ketat





Jakarta, Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, sebenarnya tidak perlu melakukan diet ketat atau menghabiskan banyak waktu untuk berolahraga. Ada banyak langkah kecil yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yang akan memiliki manfaat kesehatan yang besar.

Kira-kira apa yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar?

Berikut 12 cara sederhana yang dapat dilakukan agar tetap sehat seperti dikutip dari Prevention, Minggu (/2/2012) antara lain:

1. Mendapatkan tidur dengan waktu yang cukup

Beberapa peneliti berpendapat bahwa, insomnia mungkin memicu tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres kortisol. Tingginya kadar kortisol telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan diabetes, yang merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung.

2. Jaga berat badan tetap ideal

Menambahkan lebih banyak protein dalam diet sehari-hari dapat menjadi senjata rahasia untuk menurunkan berat badan. Hasil penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa, protein membuat merasa kenyang lebih lama daripada karbohidrat atau lemak, sehingga dapat makan lebih sedikit.

3. Jangan takut sinar matahari untuk cukupi kebutuhan vitamin D

Sinar matahari pagi dan sore hari sangat bagus sebagai sumber untuk vitamin D. Hasil penelitian baru sangat mendukung bahwa vitamin D adalah booster kesehatan yang kuat. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Diabetes Care, orang yang mendapatkan cukup vitamin D memiliki risiko lebih rendah menderita diabetes tipe 2. 

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa, memiliki tingkat rendah dari vitamin D dapat membuat gejala asma memburuk. Vitamin D juga dapat membantu mencegah kanker.

4. Jangan malas makan buah-buahan

Orang kadang lebih suka makan atau membeli makanan pokok ketimbang buah-buahan. Padahal buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral, dan atioksidan. 

Pepaya memiliki 20-70 kali lebih banyak zat besi, kalsium 10 kali lebih banyak, dan 4-20 kali magnesium sebanyak pisang, apel, dan jeruk. Dan penelitian dari Ohio State telah menemukan bahwa pepaya memiliki tingkat antioksidan seperti cranberry dan cerry.

5. Jangan malas bergerak atau rutin lakukan olahraga

Banyak bergerak membuat tubuh lebih banyak membakar kalori. Biasakan jalan kaki dan kurangi waktu duduk yang terlampau panjang dengan diselingi jalan sebentar-sebentar. 

Olahraga sangat penting bagi kesehatan. Untuk menjaga kebugaran tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat. Lebih baik melakukan olahraga ringan namun rutin seperti, berjalan, yoga, dan lain-lain.

6. Budaya mencuci tangan

Hal kecil yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan, antara lain mencuci tangan. Mencuci tangan merupakan tindakan pencegahan penyakit yang utama. Maka sebaiknya mencuci tangan setelah dari toilet dan sebelum makan, serta ketika berkontak dengan tempat umum dan tempat kotor.

7. Meningkatkan imunitas dengan pijatan

Sebuah hasil studi menemukan bahwa, pijatan selama 45 menit dapat meningkatkan jumlah limfosit, yaitu sel darah putih yang melawan bakteri dan virus. Pijatan juga dapat menurunkan zat yang menyebabkan peradangan serta pemicu alergi dan asma. Selain itu, pijatan juga dapat mengurangi produksi hormon yang terkait dengan stres.

8. Tersenyum lebih sering

Sebuah hasil studi menemukan bahwa, orang yang banyak tersenyum akan lebih sehat dan awet muda. Tersenyum dapat melenturkan otot-otot wajah. Orang yang mudah tersenyum juga menandakan ia orang yang bisa mengatasi stres.

9. Mengunyah lebih lama untuk menurunkan berat badan

Memperlama kunyahan ketika makan dapat membantu melangsingkan badan. Sebuah hasil studi menemukan bahwa, orang dapat mengkonsumsi kalori sekitar 12 persen lebih sedikit ketika mereka mengunyah makanannya sebanyak 40 kali setiap gigitan daripada ketika mengunyah sebanyak 15 kali.

Dengan berat badan yang normal, maka risiko berbagai penyakit kronis dapat menurun.

10. Konsumsi rempah-rempah untuk melawan kanker

Berbagai rempah-rempah telah terbukti dapat melawan berbagai penyakit. Seperti kunyit merupakan bahan antioksidan dan dapat menjadi agen anti peradangan. 

Kunyit telah dikaitkan dengan mencegah diabetes, melindungi terhadap Alzheimer, dan mengurangi rasa sakit dari nyeri sendi. Sebuah hasil studi baru menunjukkan bahwa, kunyit juga dapat membantu menangkal tumor.

"Penelitian kami menemukan bahwa kurkumin mampu memicu aktivitas penekanan tumor untuk mencegah tumor kanker tumbuh dan menyebar," kata Dr Ajay Goel, Ph.D., Direktur Epigenetika dan Pencegahan Kanker di Pusat Penelitian gastrointestinal pada Baylor University Medical Center, Dallas.

Selasa, 08 November 2011

Tips mencegah flu pada musim hujan


Pergantian dari Bulan Oktober ke bulan November sekarang ini , kota – kota di Jakarta maupun kota – kota yang berada diluar Jakarta sedang mengalami musim hujan. Setelah cukup lama kita merasakan panasnya terik matahari, akhirnya pada bulan November ini kita juga dapat merasakan dinginnya udara. Pergantian dari panas ke hujan secara drastis harus didukung juga dengan kondisi tubuh kita yang selalu dalam keadaan fit dan sehat. Pada musim hujan seperti sekarang ini, banyak sekali macam penyakit yang muncul, seperti demam berdarah, diare, batuk, pilek dan lain- lain.
Pada musim panas banyak masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih, sedangkan pada musim hujan Kebanyakan kota- kota yang berada di Jakarta maupun yang berada diluar Jakarta mengalami kebanjiran. Pada musim hujan, air yang tergenang dapat menimbulkan jentik- jentik nyamuk penyebab penyakit demam berdarah, jangan sampai dirumah anda ada air yang tergenang. Rajin – rajin menjaga kebersihan rumah dan merawat kesehatan anda.
Yang bisa kita lakukan agar tidak terkena flu dan pilek pada saat musim hujan :
Biasakan setiap hari banyak mengkonsumsi air putih, air putih sangat baik sekali bagi kesehatan kita dan semua aktifitas yang sedang kita kerjakan dapat berjalan dengan maksimal.
Rajin – rajinlah mencuci tangan setiap kali melakukan aktifitas, tujuannya untuk mencegah berkumpulnya kuman penyebab penyakit di tangan.
Pada saat anda sedang flu, sebaiknya anda jangan menghirup kembali ingus, melainkan anda harus mengeluarkannya supaya virus yang terdapat di ingus bisa keluar, dan tidak mengendap di hidung anda.
Bila anda terkena air hujan, langsung ganti pakaian.
Jika kepala anda terkena air hujan, cepat – cepat keramas dengan air hangat.
Perbanyaklah mengkonsusmsi makanan yang sehat, terutama sayur dan buah – buahan, makanan yang sehat dapat mencegah tubuh kita terserang dari berbagai macam penyakit.
Bila teman anda sedang mengalami flu atau pilek, sebaiknya anda jaga jarak dengan mereka, jika anda takut tertular.
Istirahtat secukupnya.
Sebaiknya anda mengkonsumsi susu, karena susu dapat melindunggi tubuh dari penyakit.

Senin, 07 November 2011

Menkes: Waspadai Serangan Asma di Awal Musim Hujan



Jakarta, Di awal musim hujan seperti ini, perubahan cuaca seringkali terjadi tanpa bisa diduga. Bagi yang memiliki riwayat asma, Menteri Kesehatan berpesan untuk waspada karena tingkat kekambuhannya di beberapa rumah sakit cenderung meningkat.


Pesan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka Seminar Sehari Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan. Acara tersebut diadakan oleh Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia.


"Di musim pancaroba ini, bagi yang punya asma hati-hati apalagi kalau orang tua. Angka kekambuhannya atau jumlah orang yang asmanya kambuh di rumah sakit paru seperti RS Persahabatan biasanya naik ini," pesan Menkes saat ditemui di Kemenkes, Senin (7/11/2011).


Menurut Menkes, meningkatnya angka kekambuhan asma dipicu oleh perubahan cuaca yang sering tidak terduga di awal-awal musim penghujan. Pada kondisi seperti ini, biasanya suhu udara dan kelembabannya tidak keruan sehingga bisa memicu serangan asma.


Menkes juga berpesan, dalam cuaca seperti ini orang-orang yang memiliki riwayat asma sebaiknya selalu siap dengan obat-obatan. Demikian juga bagi yang tinggal dengan orang lanjut usia, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena tingkat kekambuhannya biasanya lebih tinggi.


Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah asupan gizi, karena sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi penyakit. Setelah gizi tercukupi, istirahat yang cukup juga tidak boleh terlupakan karena berbagai penyakit cenderung mudah kambuh dalam keadaan letih.


Selain asma, Menkes juga meminta agar ancaman banjir tetap diwaspadai. Salah satu masalah yang sangat potensial muncul saat terjadi banjir adalah diare dan infeksi, sehingga dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat agar tidak mudah jatuh sakit.